Rabu, 30 November 2016

BERBAGAI KEBURUKAN DEMONSTRASI

📝 *BERBAGAI KEBURUKAN DEMONSTRASI* 🏳‍🌈

Para Ulama Ahlussunnah pada abad ini telah menjelaskan kepada umat bahwa demonstrasi bukanlah bagian dari Islam. Tata cara ini diambil dari perilaku orang-orang kafir. Di dalamnya mengandung keburukan-keburukan yang banyak. Demonstrasi bukanlah solusi menyampaikan aspirasi secara syar'i.

📕 *Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah* menyatakan:

فإن المظاهرات أمر حادث لم يكن معروفاً في عهد النبي صلى الله عليه وسلم ولا في عهد الخلفاء الراشدين، ولاعهد الصحابة رضي الله عنهم ثم إن فيه من الفوضى والشغب ما يجعله أمراً ممنوعاً، حيث يحصل فيه تكسير الزجاج والأبواب وغيرها، ويحصل فيه أيضاً اختلاط الرجال بالنساء والشباب بالشيوخ، وما أشبه من المفاسد والمنكرات، وأما مسألة الضغط على الحكومة فهي إن كانت مسلمة فيكفيها واعظاً كتاب الله تعالى وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم وهذا خير ما يعرض على المسلم، وإن كانت كافرة فإنها لا تبالي بهؤلاء المتظاهرين وسوف تجاملهم ظاهراً، وهي ما هي عليه من الشر في الباطن، لذلك نرى أن المظاهرات أمر منكر، وأما قولهم إن هذه المظاهرات سلمية، فهي قد تكون سلمية في أول الأمر أو في أول مرة، ثم تكون تخريبية وأنصح الشباب أن يتبعوا سبيل من سلف، فإن الله سبحانه وتعالى أثنى على المهاجرين والأنصار، وأثنى على الذين اتبعوهم بإحسان.

Demonstrasi-demonstrasi adalah perkara baru. Hal ini tidak pernah dikenal di masa Nabi shollallahu alaihi wasallam, para Khulafaur Rasyidin, maupun di masa para Sahabat radhiyallahu anhum. Kemudian, di dalam demonstrasi terdapat kekacauan dan huru-hara sehingga menjadikannya sesuatu yang terlarang. Padanya terdapat pengrusakan terhadap kaca, pintu, dan yang lainnya. Dalam demonstrasi juga bercampur baur antara laki-laki dan wanita, para pemuda dan orang-orang tua, serta terjadi kerusakan-kerusakan maupun kemungkaran-kemungkaran semisalnya. Adapun tentang masalah memberikan tekanan kepada penguasa: Jika penguasa itu muslim, cukup baginya nasihat dari Kitab Allah Taala dan Sunnah Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. Ini adalah sebaik-baik (nasihat) yang disampaikan kepada seorang muslim. Jika penguasa itu kafir, ia tidak akan peduli dengan para demonstran. Secara lahiriah ia akan berbasa-basi. Namun, dia menyimpan keburukan di dalam batinnya. Oleh karena itu, kami melihat bahwa demonstrasi-demonstrasi adalah perkara yang mungkar. Adapun ucapan mereka bahwa demonstrasi-demonstrasi ini adalah aksi damai, mungkin saja damai di permulaan. Akan tetapi, akan terjadi pengrusakan-pengrusakan. Aku nasihatkan kepada para pemuda untuk mengikuti jalannya para Salaf. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Taala memuji kaum Muhajirin dan Anshar. Dan Allah memuji orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
(http://www.sahab.net/forums/?showtopic=49420).


_Subhaanallah_ , Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin _rahimahullah_ telah lama meninggal dunia, sekitar 15 tahun yang lalu (16 Syawwal 1421 H/11 Januari 2001 M ). Namun, nasihat beliau sangat relevan dengan keadaan yang baru-baru saja terjadi. Demonstrasi bertajuk aksi damai, mungkin saja akan berlaku demikian pada awalnya. Namun, akan berujung pada pengrusakan-pengrusakan.



📙 *Syaikh Abdul Aziz ar-Rojihi hafidzhahullah* menyatakan:

المظاهرات ليست من أعمال المسلمين هذه دخيلة ، ما كان معروف إلا من الدول الغربية الدول الكافرة

Demonstrasi-demonstrasi bukanlah termasuk perbuatan kaum muslimin. Ini adalah sesuatu yang diimpor. Sebelumnya, demonstrasi tidaklah dikenal kecuali dari negeri-negeri barat, negeri-negeri kafir.
(http://www.sahab.net/forums/?showtopic=49420).




📗 *Syaikh Sholih al-Fauzan hafidzhahullah* menyatakan:

ديننا ليس دين فوضى، ديننا دين انضباط، دين نظام، ودين سكينة . والمظاهرات ليست من أعمال المسلمين و ماكان المسلمون يعرفونها ودين الإسلام دين هدوء ودين رحمة لا فوضى فيه ولا تشويش ولا إثارة فتن، هذا هو دين الإسلام . والحقوق يتوصل إليها دون هذه الطريقة. بالمطالبة الشرعية، والطرق الشرعية . هذه المظاهرات تحدث فتناً كثيرة، تحدث سفك دماء، وتحدث تخريب أموال، فلا تجوز هذه الأمور

Agama kita bukan agama kekacauan. Agama kita adalah agama yang teratur, tertib, dan tenang. Demonstrasi-demonstrasi bukanlah perbuatan kaum muslimin. Perkara ini tidak dikenal oleh kaum muslimin (sebelumnya). Agama Islam adalah agama yang tenang, kasih sayang; tidak ada kekacauan, kebingungan, ataupun penyebaran fitnah. Ini adalah agama Islam. Hak-hak bisa disampaikan dengan tidak melalui cara ini. Mestinya dengan cara-cara yang syari. Demonstrasi-demonstrasi ini menimbulkan keburukan yang banyak: menumpahkan darah, kerusakan harta, (dsb). Oleh karena itu, tidak boleh dengan perkara-perkara ini (demonstrasi).
(al-Ajwibatul Mufiidah an as-ilatil manaahij al-Jadiidah, jawaban pertanyaan no. 98).
➖➖➖➖➖


📋Selanjutnya berikut ini akan disampaikan kajian beberapa dalil yang menunjukkan keburukan-keburukan demonstrasi. Keburukan itu bisa berupa penyelisihan terhadap tuntunan dan bimbingan Nabi shollallahu alaihi wasallam kepada umatnya, atau juga berupa kerugian duniawi yang terlihat.

*Keburukan-keburukan demonstrasi* di antaranya:

1⃣ *Menyelisihi perintah Nabi untuk menyampaikan nasihat kepada penguasa secara tersembunyi (tidak terang-terangan).*

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَتْ عِنْدَهُ نَصِيحَةٌ لِذِي سُلْطَانٍ فَلَا يُكَلِّمُهُ بِهَا عَلَانِيَةً، وَلْيَأْخُذْ بِيَدِهِ، وَلْيُخْلِ بِهِ، فَإِنْ قَبِلَهَا قَبِلَهَا، وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ

Barangsiapa yang memiliki nasihat kepada penguasa, janganlah disampaikan dengan terang-terangan. Akan tetapi, peganglah tangannya dan bicarakan berdua dengannya. Jika ia mau menerima, maka akan diterima olehnya. Jika tidak, maka engkau telah menunaikan kewajibanmu terhadapnya.
(H.R. al-Hakim, dishahihkan oleh Syaikh al-Albany dalam Dzhilalul Jannah).

Sahabat Nabi, Usamah bin Zaid, pernah ditanya oleh seseorang, "Tidakkah engkau masuk kepada khalifah Utsman bin Affan dan berbicara kepadanya?"
Usamah bin Zaid menjawab:

أَتَرَوْنَ أَنِّي لَا أُكَلِّمُهُ إِلَّا أُسْمِعُكُمْ وَاللَّهِ لَقَدْ كَلَّمْتُهُ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَهُ

Apakah engkau menganggap bahwa pembicaraanku dengannya harus aku perdengarkan kepada kalian? Demi Allah, aku telah berbicara berdua dengannya saja.
(H.R. Muslim no. 5305).

Seseorang bertanya kepada Sahabat Nabi, Ibnu Abbas, tentang beramar makruf nahi mungkar terhadap pemimpin (penguasa). Ibnu Abbas menjawab:

فَإِنْ كُنْتَ لاَ بُدَّ فَاعِلاً فَفِيمَا بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ

Jika engkau harus melakukannya, maka lakukanlah dengan penyampaian yang hanya antara engkau dan dia saja yang tahu.
(Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnafnya)

Ucapan Ibnu Abbas tersebut  memberikan faedah bahwa intinya adalah nasihat tersampaikan dalam keadaan hanya sang pemberi nasihat dan yang diberi nasihat saja yang tahu. Hal tersebut bisa diwujudkan dengan dialog empat mata atau melalui tulisan.

2⃣ *Meniru tata cara orang-orang kafir.*

Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan dalam fatwa Ulama di atas, bahwa demonstrasi bukanlah bagian dari Islam. Akan tetapi, demonstrasi berasal dari tata cara orang-orang kafir.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian kaum tersebut.
(H.R. Abu Dawud, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albaniy).

Termasuk padanya keyakinan menyampaikan pendapat secara bebas sebagai hak asasi manusia, meskipun harus melanggar rambu-rambu syariat.

3⃣ *Bisa terpancing untuk mencerca dan mencela penguasa muslim.*

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan para Sahabatnya melarang kita untuk mencerca penguasa muslim:

لَا تَسُبُّوا أُمَرَاءَكُمْ، وَلَا تَغِشُّوهُمْ، وَلَا تَبْغَضُوهُمْ، وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاصْبِرُوا؛ فَإِنَّ الْأَمْرَ قَرِيبٌ

Janganlah kalian mencela para pemimpin kalian, jangan menipu mereka, jangan marah kepada mereka, bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah, karena urusannya sudah dekat.
(H.R. Ibnu Abi Ashim dalam as-Sunnah dengan sanad yang baik (jayyid), dishahihkan al-Albany).

Sahabat Nabi, Anas bin Malik radhiyallahu anhu menyatakan:

كَانَ اْلأَكَابِرُ مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَوْنَنَا عَنْ سَبِّ اْلأُمَرَاءِ

Para pembesar dari Sahabat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam melarang kami dari mencela para pemimpin. (Riwayat Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhid).

Sahabat Nabi, Abud Darda’ radhiyallahu anhu menyatakan:

وإنَّ أوَّل نِفَاقِ الْمَرْءِ طَعْنُهُ عَلَى إِمَامِهِ

Sesungguhnya awal kemunafikan pada seseorang adalah celaannya kepada pemimpinnya.
(Riwayat Ibnu Abdil Bar dalam at-Tamhid dan Ibnu Asakir).

Demikian juga apabila aib tampak pada sesama muslim dan masih ada harapan perbaikan dengan nasehat tersembunyi, maka merupakan adab mulia menutup aib tersebut.

Sementara demonstrasi meruntuhkan adab ini secara masal.

4⃣ *Menghinakan pemimpin muslim, terancam mendapatkan kehinaan dari Allah.*

Suatu hari, ketika seorang penguasa (Ibnu Amir) sedang berkhutbah dengan menggunakan pakaian yang tipis, seseorang yang bernama Abu Bilal mengatakan, "Lihatlah pemimpin kita menggunakan pakaiannya orang fasik!" Kemudian, Abu Bilal ditegur oleh Sahabat Nabi, Abu Bakrah, seraya menyampaikan hadits yang didengarnya dari Nabi shollallahu alaihi wasallam:

مَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَهَانَهُ اللَّهُ

Barangsiapa yang menghinakan pemimpin Allah di bumi, Allah akan hinakan dia.
(H.R. at-Tirmidzi no. 2150, dihasankan oleh at-Tirmidzi dan al-Albany).

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ مَشَوْا إِلَى سُلْطَانِ اللهِ لِيَذِلُّوهُ إِلاَّ أَذَلَّهُمُ اللَّهُ قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Tidaklah suatu kaum berjalan menuju pemimpin Allah dengan tujuan untuk menghinakannya, kecuali Allah akan hinakan ia sebelum hari kiamat.
(H.R. al-Bazzar no. 2848 dari Hudzaifah dan diisyaratkan keshahihannya oleh al-Haitsamy dalam Majmauz Zawaaid).

5⃣ *Mengganggu pengguna jalan.*
Semestinya, bagian dari keimanan adalah menyingkirkan gangguan di jalan. Akan tetapi, justru dengan demonstrasi, jalanan macet atau bahkan dialihkan sehingga mengganggu kaum muslimin yang lain.

...وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ

...dan cabang keimanan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.
(H.R. Muslim dari Abu Hurairah).

Alih-alih beroleh cabang iman, laknat muslimin yang dirugikan akibat aksi mereka justru mengancam.
Nabi shollallahu 'alaihi wasallam juga bersabda sebagaimana riwayat athThobaroniy dalam "alKabir" dengan sanad yang hasan:

مَنْ آذَى الْمُسْلِمِيْنَ فِي طُرُقِهِمْ، وَجَبَتْ عَلَيْهِ لَعْنَتُهُمْ
"Barang siapa yang mengganggu kaum muslimin di jalan-jalan mereka, dia pantas memperoleh laknat dari mereka."

Dalam hadits lainnya juga ditetapkan hak-hak pengguna jalan yang akan sulit ditunaikan para demonstran.
Sebagaimana hadits dari Abu Sa'id alKhudriy radhiyallahu 'anhu, Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

ﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﻭَﺍﻟْﺠُﻠُﻮﺱَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻄُّﺮُﻗَﺎﺕِ، ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ , ﻣَﺎ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻣَﺠَﺎﻟِﺴِﻨَﺎ ﺑُﺪٌّ ﻧَﺘَﺤَﺪَّﺙُ ﻓِﻴﻬَﺎ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﺑَﻴْﺘُﻢْ ﺇِﻻ ﺍﻟْﻤَﺠْﻠِﺲَ , ﻓَﺄَﻋْﻄُﻮﺍ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖَ ﺣَﻘَّﻪُ، ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ , ﻓَﻤَﺎ ﺣَﻖُّ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﻏَﺾُّ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮِ، ﻭَﻛَﻒُّ ﺍﻷَﺫَﻯ، ﻭَﺭَﺩُّ ﺍﻟﺴَّﻼﻡِ، ﻭَﺍﻷَﻣْﺮُ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ، ﻭَﺍﻟﻨَّﻬْﻲُ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ
“Hindarilah duduk-duduk di jalanan!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah bagaimana kalau kami perlu duduk-duduk di situ membicarakan hal yang memang diperlukan?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Jika memang perlu kalian duduk-duduk di situ, maka berikanlah hak jalanan.” Mereka bertanya, “Apakah haknya?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, tidak memberi gangguan, menjawab salam, menganjurkan kebaikan, dan mencegah yang mungkar.”
(HR. alBukhori dan Muslim)

6⃣ *Rawan terjadi kericuhan dan kerusuhan.*
Jika massa pendemo berjumlah banyak, bahkan berasal dari berbagai organisasi, akan sulit dikendalikan. Situasi di lapangan sangat mudah memunculkan kericuhan dan kerusuhan. Rasa capek, lapar, cuaca yang panas, akan membuat kerumunan orang sulit berpikir jernih dan bertindak tenang.

7⃣ *Kerusakan fasilitas umum atau kepemilikan pribadi.*
Tidak jarang demonstrasi menimbulkan kerusakan fasilitas umum dan kerusakan harta pribadi warga yang juga muslim. Lalu, siapakah yang akan bertanggung jawab jika terjadi kerusakan-kerusakan itu? Jika ditengarai kerusakan dilakukan oleh kelompok tertentu yang terlibat demo, koordinatornya akan melempar tanggung jawab dan menganggap bahwa perbuatan itu adalah penyusupan dari pihak luar.

8⃣ *Tertumpahnya darah sesama muslim.*
Bentrokan fisik antardemonstran satu sama lain, atau antardemonstran dengan warga sekitar, atau antardemonstran dengan aparat keamanan; seringkali mengakibatkan tertumpahnya darah kaum muslimin. Baik dalam bentuk luka-luka ataupun bahkan kehilangan nyawa.

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

"Sungguh, hancurnya dunia bagi Allah lebih ringan daripada terbunuhnya seorang muslim." (H.R atTirmidzi dari Abdullah bin 'Amr, dishahihkan al-Albaniy)

9⃣ *Hilangnya keamanan dan terhentinya aktifitas-aktifitas kebaikan.*
Demo yang melibatkan massa dalam jumlah besar, menyebabkan beberapa aktifitas diliburkan, seperti perniagaan, pendidikan, dan semisalnya. Bahkan, sebagian pihak ada yang mengungsi sementara waktu ke tempat yang lebih aman yang tidak dilalui jalur demo.

🔟 *Para wanita berbaur dengan kaum lelaki di jalanan.*
Poin ini seperti yang disebutkan Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin di atas.
Secara asal, Allah Azza Wa Jalla memerintahkan para wanita untuk berada di rumah-rumah mereka:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

Dan hendaknya kalian (para wanita) tetap di rumah-rumah kalian.
(Q.S. al-Ahzab: 33)

1⃣1⃣ *Termasuk bentuk khuruj (pembangkangan atau pemberontakan) terhadap penguasa muslim yang dilarang.*
Khuruj kepada penguasa muslim bisa dalam bentuk ucapan ataupun perbuatan.

1⃣2⃣ *Menyelisihi karakteristik dasar kaum beriman yang secara asal mudah diarahkan dan diatur pada kebaikan.*
Seperti yang diisyaratkan oleh Syaikh Sholih al-Fauzan di atas, bahwa agama Islam pada dasarnya adalah ketenangan, keteraturan, dan ketertiban. Demonstrasi bisa memicu kekacauan-kekacauan itu. Seorang yang beriman, secara asal mudah diarahkan pada kebaikan.

1⃣3⃣ *Menurunkan wibawa orang-orang muslim.*
Perbuatan yang diperlihatkan dalam demonstrasi seperti berteriak-teriak, membawa atribut-atribut yang memancing perhatian, melompat-lompat, dan bersandiwara adalah tindakan-tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh orang yang beradab dan penuh kedewasaan dalam pikiran dan perbuatan. Hal itu mengurangi muru’ah (kewibawaan) seseorang.

1⃣4⃣ *Memecah-belah kaum muslimin dan melemahkan barisan mereka dihadapan para musuhnya.*

1⃣5⃣ *Menyelisihi bimbingan Nabi agar bersabar jika melihat hal yang tidak disukai dilakukan penguasa muslim.* Nabi shollallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَرِهَ مِنْ أَمِيرِهِ شَيْئًا فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ خَرَجَ مِنْ السُّلْطَانِ شِبْرًا مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

Barangsiapa yang membenci sesuatu dari pemimpinnya, hendaknya ia bersabar. Karena barangsiapa yg keluar (dari ketaatan) kepada penguasa sejengkal, ia meninggal dalam keadaan mati Jahiliyyah.
(H.R. al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas).

1⃣6⃣ *Di beberapa negara terbukti bahwa diawali dengan demonstrasi, menjadi celah masuknya kekuasaan negeri-negeri kafir ke negara tersebut.*

Poin ini diambil dari sebagian penjelasan Syaikh Abdul Aziz ar-Rajihi berdasarkan pengalaman dari kejadian-kejadian yang telah terjadi.

1⃣7⃣ *Menyakiti sesama mukmin.*
Kerap didapati orasi di hadapan masa bermuatan kalimat yang menyakiti pihak-pihak yang dianggap berseberangan atau tidak sepakat dengan pendapat mereka. Apabila pihak-pihak yang disakiti baik dengan ucapan maupun perbuatan adalah sesama mukmin, pelakunya dikategorikan melakukan kebohongan dan dosa yang tidak bisa diremehkan.

Allah ta'ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنٰتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
(Q.S. al-Ahzab: 58).

1⃣8⃣ *Mengajarkan pemaksaan kehendak.*

1⃣9⃣ *Memberi ruang kepada politikus culas dan tokoh jahat untuk mengambil simpati masyarakat.*

2⃣0⃣ *Membuka amalan bid'ah yang berkedok agama.*

2⃣1⃣ *Mengesankan bahwa kebenaran sesuai dengan suara mayoritas.* Padahal, kebenaran tidak ditentukan dengan mayoritas, tetapi kebenaran diukur dengan al-Quran dan Sunnah berdasarkan pemahaman Salaf. Justru kebanyakan manusia berpaling dari kebenaran hakiki.
ﻭَﻣَﺎ ﻳُﺆْﻣِﻦُ ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَّﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻣُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ
"Dan sebagian besar mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain)."
(Yusuf:  106)

2⃣2⃣ *Memalingkan muslimin dari berbagai amalan yang lebih utama.*
Contohnya, bila unjuk rasa dilakukan pada hari Jumat, si-demonstran bisa kehilangan amalan sunnah membaca surat alKahfi, mandi Jumat, berpagi-pagi ke masjid, termasuk juga bekerja mencari rizki Allah sebagai nafkah bagi keluarga. Sungguh benar tengara, tidaklah suatu kebidahan kecuali akan menghapus sunnah yang setara.

Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ﻣَﺎ ﺃَﺣْﺪَﺙَ ﻗَﻮْﻡٌ ﺑِﺪْﻋَﺔً ﺇِﻟَّﺎ ﺭُﻓِﻊَ ﻣِﺜْﻠُﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ
Tidaklah suatu kaum melakukan suatu bid’ah, kecuali akan terangkat Sunnah yang semisal dengannya (H.R Ahmad dari Ghudhaif bin al-Haarits, dan Ibnu Hajar menyatakan bahwa sanad hadits ini jayyid
(baik) dalam Fathul Baari (13/253))

2⃣3⃣ *Membuat buruk sangka kepada aparat pemerintah dan saudaranya yang berseberangan.*
Dugaan pemerintah yang melindungi pelaku penistaan/kejahatan, kelompok yang tidak mendukung perjuangan membela agama, acapkali merebak. Introspeksi menjadi sulit terealisasi. Padahal prasangka dan dugaan tidak bernilai di sisi kebenaran.

ﻭَﻣَﺎ ﻳَﺘَّﺒِﻊُ ﺃَﻛْﺜَﺮُﻫُﻢْ ﺇِﻟَّﺎ ﻇَﻨًّﺎ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻈَّﻦَّ ﻟَﺎ ﻳُﻐْﻨِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺷَﻴْﺌًﺎ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ
"Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak berguna sedikitpun terhadap kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan."
(Yunus : 36)

2⃣4⃣ *Membudayakan gaya dakwah pamer (baca: riya' dan sum'ah) dalam menyampaikan nasehat.*

2⃣5⃣ *Penanganan konflik secara represif akan menimbulkan dendam dan efek negatif bagi muslimin minoritas di negeri-negeri lainnya.* Unjuk kekuatan kubu mayoritas terhadap minoritas akan menjadi dalih pembenaran aksi balas dendam terhadap minoritas muslimin di lain tempat.

2⃣6⃣ *Menjerat muslimin dalam dilema* ; apabila tidak diterima aspirasinya, akan membuat musuh semakin besar kepala dan sombong; namun, jika berhasil, para pengusung demo akan tinggi hati dan melupakan sekian banyak keburukan di atas.

2⃣7⃣ *Meninggalkan hadits shahih lagi _muhkam_ , dan beramal dengan hadits lemah atau salah memahaminya, sehingga terjerumus dalam bid'ah pemikiran.*
Yang shahih sebagaimana tuntunan menasehati penguasa yang telah dipaparkan. Sementara yang lemah semisal hadits pengaduan sekian banyak shohabiyyah dalam suatu malam terkait kekerasan sebagian suami mereka kepada Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam.
Sungguh para ulama telah menjelaskannya dan mendudukkan kembali kepada asal yang muhkam dari berbagai hadits shahih, walhamdulillah.

2⃣8⃣ *Terjatuh pada banyak menuntut dan mempertanyakan hak (كثرة السؤال) yang dibenci Allah.*

2⃣9⃣ *Terjatuh pada pemborosan (اضاعة المال) dengan sekian banyak sumberdaya yang dikerahkan* baik transportasi, konsumsi, akomodasi maupun operasional (pamflet, banner, dst.)

3⃣0⃣ *Membuka dan membiarkan pembuatan gambar makhluk bernyawa yang diharamkan syariat.*
Bahkan tak jarang dimuatnya aksi mereka di layar kaca, menjadi tajuk utama berita koran adalah kebanggaan dan parameter keberhasilan bagi mereka. Semakin terpampang dan disiarkan, semakin bersemangat berunjuk rasa

3⃣1⃣ *Menampakkan keangkuhan di jalanan.*
Berjalan dengan pongah dan angkuh adalah keadaan tercela. Allah ta'ala berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi angkuh.
(Q.S. Luqman: 18).

Sejumlah poin yang telah dipaparkan di atas tersebut *bukanlah pembatasan.* Namun *sekedar pengingat* dan nasehat yang kita yakini berpijak dari bimbingan para Ulama bahwa asal demonstrasi dari musuh-musuh Islam. Sementara dipermisalkan kaum kafir, jiwa mereka laksana tanah yang buruk yang tidak akan menumbuhkan kecuali keburukan.
ﻭَﺍﻟْﺒَﻠَﺪُ ﺍﻟﻄَّﻴِّﺐُ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻧَﺒَﺎﺗُﻪُ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺭَﺑِّﻪِ ۖ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻱ ﺧَﺒُﺚَ ﻟَﺎ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﺇِﻟَّﺎ ﻧَﻜِﺪًﺍ ۚ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ ﻧُﺼَﺮِّﻑُ ﺍﻟْﺂﻳَﺎﺕِ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﺸْﻜُﺮُﻭﻥَ
"Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tidak akan tumbuh darinya  kecuali sekedar tanaman yang merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur."
(Al-A'rof:58)

Semoga Allah Azza Wa Jalla senantiasa memberikan petunjuk pada segenap kaum muslimin, diberikan taufiq untuk senantiasa bersyukur dengan nikmat aman, damai, saling menyayangi sesama muslim, dan mengindahkan arahan ulama dan kepemimpinan pemerintahnya.



WA al I'tishom Probolinggo
=====================

✍ http://telegram.me/alistiqomah

Selasa, 29 November 2016

BAGAIMANA KABAR MU DI PAGI HARI?

🔰 Renungan Pagi 🔰
------------------------------------------------
♨ BAGAIMANA KABAR MU DI PAGI HARI?
------------------------------------------------
🌸 Seseorang pernah bertanya kepada Fudhoil bin 'Iyadh rohimahulloh:

💬 Bagaimana kabar Anda di pagi ini wahai Aba Ali?

[Dan pertanyaan itu membuat berat baginya; bagaimana kabar Anda di pagi ini dan bagaimana kabar Anda di sore ini]

Maka beliau menjawab:
💬 Sehat.

Maka orang tersebut bertanya (kembali):
💬 Bagaimana keadaan Anda?

Fudhoil berkata:
💬 Keadaan yang mana yang Anda tanyakan; tentang keadaan dunia, atau keadaan akhirat?

🌵 Jika Anda bertanya tentang keadaan dunia, maka sesungguhnya dunia telah condong bersama kita dan telah membawa kita ke semua tempat dan jika Anda bertanya tentang keadaan akhirat, maka bagaimana yang Anda lihat tentang keadaan orang yang telah banyak dosa-dosanya dan lemah amalannya, serta telah habis usianya, namun dia belum mempersiapkan perbekalan untuk hari esoknya dan belum siap menghadapi kematian dan belum juga tunduk kepada kematian dan tidak berhias diri untuk menghadapi kematian namun berhias diri untuk dunia yang fana.

📔 Hilyatul Awliya.

__✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.
------------------------------------------------
:idea: كــــيف أصبــحت ؟


ــــــ ❁ ❁ــــــ❁ ❁ ــــــــ

🌱قال رجل للفضيل -رحِــمُه الله- :
كيف أصبحت يا أبا علي؟
-فكان يثقل عليه كيف أصبحت وكيف أمسيت- فقال:" في عافية "
فقال: كيف حالك؟
فقال: "عن أي حال تسأل عن حال الدنيا، أو حال الآخرة ؟ إن كنت تسأل عن حال الدنيا، فإن الدنيا قد مالت بنا وذهبت بنا كل مذهب وإن كنت تسأل عن حال الآخرة، فكيف ترى حال من كثرت ذنوبه وضعف عمله , وفني عمره, ولم يتزود لمعاده ولم يتأهب للموت ولم يخضع للموت ولم يتشمر للموت ولم يتزين للموت وتزين للدنيا هيه."
📕[حلية الأولياء ]
------------------------------------------------
🌏 WA Ahlus Sunnah Karawang.

Rabu, 23 November 2016

NIKMAT AMAN NIKMAT YANG BEGITU BESAR

Ingin Belajar Islam:
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

*_____NIKMAT AMAN NIKMAT YANG BEGITU BESAR____*✍


📢📢Berkata asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah,

“Nikmat keamanan dan ketenteraman tidak bisa ditandingi oleh nikmat apa pun setelah kenikmatan agama.

📢Maka dari itu, kita wajib menjauhi segala sesuatu yang akan membuat gejolak di masyarakat.

☄Kita tidak menganggap para penguasa itu bebas dari kesalahan. Para waliyyul amr dari kalangan ulama dan umara punya banyak kesalahan.

☄Tetapi, sebuah riwayat menyebutkan, ‘Sebagaimana kondisi kalian maka akan seperti itulah pimpinan kalian.’ Lihatlah keadaan manusia. Di antara hikmah Allah Subhanahu wata’ala bahwa penguasa dan rakyat itu sama,

وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang lalim itu sebagai penguasa terhadap sebagian orang lalim yang lain karena apa yang mereka usahakan.” (al-An’am: 129)

✅Yang wajib kita lakukan adalah mendoakan para penguasa secara diam diam ataupun terang-terangan. Kita doakan mereka agar mendapat taufik, kebaikan, dan dapat memperbaiki,….

📝Disebutkan bahwa al-Imam Ahmad  rahimahullah dahulu mengatakan, “Kalau aku tahu bahwa aku punya doa yang pasti terkabul, pasti akan aku gunakan untuk mendoakan penguasa.” Sebab, apabila penguasa itu baik, akan baik pula bagi umat. Dan ini benar. (al-Imam az-Zahid hlm. 118—119 dengan diringkas –majalah asy-Syariah edisi 91).

______

📚Chanel telegram Ingin Belajar Islam
telegram.me/InginBelajarIslam

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Selasa, 22 November 2016

ADAB YANG MULIA LEBIH BAIK DIBANDINGKAN HARTA BENDA

Salafy Indonesia:
💐🌻🌷🌹 ADAB YANG MULIA LEBIH BAIK DIBANDINGKAN HARTA BENDA

✍🏻 Asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'dy rahimahullah berkata:

فالآداب الحسنة خيرٌ للأولاد حالاً ومألاً من إعطائهم الذهب والفضة.

"Adab-adab yang mulia lebih baik bagi anak-anak untuk sekarang maupun nanti, dibandingkan memberi mereka emas dan perak."

📚 Bahjatu Qulubil Abrar, hlm. 197

🌍 Sumber || https://telegram.me/din_nasiha

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Minggu, 20 November 2016

SIAPAKAH PARA ULAMA?

IIII Majmu'ah al-Ukhuwah as-Salafiyyah IIII:
📊📜🔐
•---°°°---•
🚇SIAPAKAH PARA ULAMA?

❱ Ditulis oleh Al-Ustadz Qomar Suaidi hafizhahullah

ⓞ Terlalu banyak dan mudahnya orang digelari ulama. Di negeri ini saja, mungkin ada jutaan orang bergelar “ulama”.

Namun siapakah sesungguhnya ulama itu? Hingga kini banyak perbedaan dalam mendefinisikan ulama. Sehingga perlu dijelaskan siapa hakekat para ulama itu. Untuk itu kita akan merujuk kepada penjelasan para ulama Salafus Shalih dan orang-orang yang menelusuri jalan mereka.

Kata ulama itu sendiri merupakan bentuk jamak dari kata ‘alim, yang artinya orang berilmu. Untuk mengetahui siapa ulama, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan ilmu dalam istilah syariat, karena kata ilmu dalam bahasa yang berlaku sudah sangat meluas.

Adapun makna ilmu dalam syariat lebih khusus yaitu mengetahui kandungan Al-Qur’anul Karim, Sunnah Nabawiyah dan ucapan para shahabat dalam menafsiri keduanya dengan mengamalkannya dan menimbulkan khasyah (takut) kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

◈ Al-Imam Asy-Syafi’i berkata:

︴“Seluruh ilmu selain Al-Qur’an adalah hal yang menyibukkan kecuali hadits dan fiqh, serta memahami agama. Ilmu adalah yang padanya terdapat haddatsana (telah mengkabarkan kepada kami – yakni ilmu hadits) dan selainnya adalah bisikan-bisikan setan.”

Ibnul Qayyim menyatakan:

︴“Ilmu adalah berkata Allah subhanahu wa ta'ala, berkata Rasul-Nya, berkata para shahabat yang akal sehat tiada menyelisihinya.” [Al-Haqiqatusy-Syar’iyah: 119-120]

Dari penjelasan makna ilmu dalam syariat, maka orang alim atau ulama adalah orang yang menguasai ilmu tersebut, mengamalkannya, dan menumbuhkan rasa takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Oleh karenanya dahulu sebagian ulama menyatakan ulama adalah orang yang mengetahui Allah subhanahu wa ta'ala dan mengetahui perintah-Nya. Ia adalah orang yang takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala, mengetahui batasan-batasan syariat-Nya dan kewajiban-kewajiban-Nya.

◈ Rabi’ bin Anas menyatakan:

︴“Barangsiapa tidak takut kepada Allah bukanlah seorang ulama.”

◈ Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

︴“Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah ulama .” [Fathir: 29]

(●) Kesimpulannya, orang-orang yang pantas menjadi rujukan dalam masalah ini adalah yang berilmu tentang kitab Allah subhanahu wa ta'ala dan Sunnah Rasul-Nya serta ucapan para shahabat. Dialah yang berhak berijtihad dalam hal-hal yang baru. [Ibnu Qoyyim, I’lam Muwaqqi’in 4/21, Madarikun Nadhar 155]

◈ Ibnu Majisyun, salah seorang murid al-Imam Malik mengatakan:

︴“Dahulu (para ulama) menyatakan, ‘Tidaklah seorang itu menjadi imam dalam hal fiqh sehingga menjadi imam dalam hal al-Qur’an dan Hadits. Dan tidak menjadi imam dalam hal hadits sehingga menjadi imam dalam hal fiqh.” [Jami’ Bayanil ‘Ilm: 2/818]

◈ Al-Imam Asy-Syafi’i menyatakan:

︴“Jika ada sebuah perkara yang musykil (rumit) jangan mengajak musyawarah kecuali kepada orang yang terpercaya dan berilmu tentang al-Kitab dan as-Sunnah, ucapan para shahabat, pendapat para ulama’, qiyas dan bahasa Arab.” [Jami’ Bayanil ‘Ilm: 2/818]

Merekalah ulama yang hakiki, bukan sekedar pemikir harakah, orator, mubaligh penceramah, aktivis gerakan dakwah, ahli membaca kitabullah, ahli taqlid dalam madzhab fiqh, dan ulama suu’ (jahat), atau ahlu bid’ah. Tapi ulama hakiki yang istiqamah di atas As-Sunnah.

Wallahu a’lam.

📚Sumber: Majalah "Syariah" Edisi 1

🌏http://asysyariah.com/siapa-para-ulama.html

※•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈┈•※
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ https://telegram.me/ukhuwahsalaf

➥ #Fawaid #ilmu #ulama #siapa_ulama

Jumat, 18 November 2016

BETULKAH MANHAJ AHLUSSUNNAH TIDAK SESUAI DENGAN KONDISI ZAMAN INI?

Salafy Indonesia:
✋🏻✊🏻🔥🌓 BETULKAH MANHAJ AHLUSSUNNAH TIDAK SESUAI DENGAN KONDISI ZAMAN INI?

✍🏻 Fatwa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan –hafizhahullahu Ta’ala–

📬 Pertanyaan:  Sebagian manusia menyangka bahwa manhaj ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak layak pada saat ini. Mereka beralasan bahwa dhawabith syar’iyah (ketentuan-ketentuan syariat) yang dipandang oleh ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak mungkin untuk diterapkan saat ini?

🔓 Jawaban:  Orang yang memandang bahwa manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah tidak layak di zaman ini, dia adalah orang yang sesat lagi menyesatkan, karena manhaj salafush shalih adalah manhaj yang Allah Ta’ala perintahkan bagi kita untuk mengikutinya hingga hari kiamat. Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda,

«فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا فعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ بَعْدِي عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ»

🌱 “Sesungguhnya siapa saja yang hidup di antara kalian, akan menyaksikan perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapatkan petunjuk setelahku. Pegangilah dia dan gigitlah erat-erat dengan gigi geraham.”  [1]   Ucapan ini ditujukan kepada umat ini hingga hari kiamat. Hal ini menunjukkan kewajiban berjalan di atas manhaj salaf dan manhaj salaf layak diterapkan di setiap waktu dan tempat.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

🌱 “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka Jannah-jannah yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” [Q.S. At-Taubah: 100]

💧 Kata “orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik” mencakup umat ini hingga hari kiamat. Wajib bagi umat ini untuk mengikuti manhaj as-Sabiqun al-Awalun dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Al-Imam Malik bin Anas –rahimahullah– berkata:

لا يصلح آخر هذه الأمة إلا ما أصلح أولها

💧 “Tidak ada perkara yang memperbaiki umat ini selain perkara yang memperbaiki awal umat ini.”

✋🏻 Siapa saja yang ingin memisahkan umat ini dari syariat mereka dan dari salafush shalih, dia menginginkan kejelekan bagi kaum muslimin, ingin mengubah agama islam, memunculkan bid’ah dan berbagai bentuk penyelisihan syariat. Hal semacam ini wajib untuk ditolak dan diputuskan hujjahnya, serta ditahdzir akan kejelekannya, karena berpegang dengan manhaj salaf dan mengikuti mereka adalah suatu keharusan. Harus berjalan di atas manhaj salaf. Semua ini ada di Kitabullah dan sunnah Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam—sebagaimana apa yang kami sebutkan.

👎🏻 Siapa saja yang hendak memutuskan hubungan khalaf (akhir) umat ini dengan salaf (pendahulu)nya, dia adalah perusak di muka bumi ini. Ucapannya wajib ditolak dan dibantah, serta ditahdzir akan  bahayanya. Orang-orang yang makruf dengan ucapan yang jelek ini adalah Syi’ah dan orang-orang yang sejalan dengan mereka dari kalangan penyesat. Mereka tidak diperhitungkan.

📝 Keterangan:

[1] H.R. Ahmad di Musnadnya (4/126-127), Abu Dawud di Sunannya (4/200), at-Tirmidzi di Sunannya (7/319-320) seluruhnya dari shahabat al-‘Irbath bin Sariyah –radhiyallahu anhu–.

📚 Sumber: Irsyad Al-Khillan ilaa Fatawa al-Fauzan, soal: 466 (1/362)

🌎 Kunjungi || http://forumsalafy.net/betulkah-manhaj-ahlussunnah-tidak-sesuai-dengan-kondisi-zaman-ini/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram : http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Rabu, 16 November 2016

KETEGARAN BERAGAMA DALAM MENGHADAPI BAYANGAN BERBAGAI FITNAH

Ashhaabus Sunnah:
➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖
🌅🌪⚡KETEGARAN BERAGAMA DALAM MENGHADAPI BAYANGAN BERBAGAI FITNAH
➖ ➖ ➖ ➖ ➖ ➖
🔅Asy Syaikh Sholeh bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan -hafizhahullah-

🔺Pertanyaan :
Sebab-sebab apa saja yang akan membantu ketegaran beragama dalam menghadapi bayangan berbagai fitnah yang menghujam umat?

🔺Jawaban :
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Rabb alam ini. Semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarga, dan seluruh shahabatnya.

📝 Sebab-sebab yang akan mengantarkan kekokohan dalam beragama :

🔹Pertama: Mempelajari ilmu yang bermanfaat, akidah, pokok-pokok keyakinan, lalu meneliti hadits-hadits tentang fitnah, apa yang akan terjadi di akhir zaman, serta bekal apa yang wajib dimiliki setiap orang ketika berada di zaman fitnah. Lalu menjauhi fitnah, tempat-tempat, dan ahli fitnah. Serta berhati-hati dari orang-orang yang melariskan fitnah dan para penyerunya. Para dai yang mengajak umat ke pintu-pintu Jahannam sebagaimana yang disifatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

من أطاعهم قذفُوه فيها

“Siapa saja yang menaati mereka, mereka akan melemparkannya ke Jahannam.”

🔹Lalu doa. Ini merupakan perkara yang paling penting, doa. Doa kepada Allah agar mengokohkan seorang muslim. Memperbanyak doa tsabat (kekokohan).

Nabi shallallahi ‘alaihi wasallam berdoa

يَا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّت قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat Yang Membolak-balikkan kalbu-kalbu, kokohkanlah kalbuku di atas agama-Mu.”

Ibrahim semoga shalawat dan salam tercurahkan kepadanya berdoa :

(وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأَصْنَامَ* رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيراً مِنْ النَّاسِ)

“Dan jauhkanlah diriku dan anak keturunanku dari peribadatan kepada berhala. Duhai Rabbku, sesungguhnya berhala-berhala tersebut telah menyesatkan sekian banyak manusia.”

Yusuf ‘alaihis salam ketika berdoa kepada Rabbnya di akhir hayatnya

(تَوَفَّنِي مُسْلِماً وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ)

“Wafatkanlah diriku dalam keadaan islam (berpasrah diri) dan masukkan diriku bersama orang-orang shalih.”

☀ Setiap muslim hendaklah banyak berdoa dan bermajelis dengan ahli ilmu, pengetahuan, dan kebaikan. Serta menjauh dari wasilah-wasilah fitnah, menjauhi dan tidak menengok fitnah tersebut karena akan berdampak kejelekan terhadap dirinya.

🚫⚠ Demikian juga, tidak mendengarkan siaran-siaran yang mengajak ke berbagai fitnah, di mana ahli kejelekan menghembuskan syubhat-syubhat dan upaya menyesatkan umat di media-media tersebut.

✅ Engkau hafalkan perkara-perkara ini. Jika seorang hamba mengamalkan perkara-perkara tersebut, niscaya Allah akan menjaganya dari berbagai fitnah karena dia telah menempuh sebab-sebab (perkara-perkara yang akan menyelamatkan dirinya dari fitnah, pen) dan taufik hanya di tangan Allah Subhanahu Wata’ala.

💻 http://alfawzan.af.org.sa/node/15378
💻 http://forumsalafy.net/ketegaran-beragama-dalam-menghadapi-banyangan-berbagai-fitnah/

•┈┈┈┈••••❁📚❁••••┈┈┈┈•
🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
🚀©hannel telegram: https://tlgrm.me/ashhabussunnah
•┈┈┈┈••••❁✒️❁••••┈┈┈┈•

KEUTAMAAN MENYALIN ILMU AGAMA

Ashhaabus Sunnah:
••••••••••••••••••••

✍🏼✅🌕 KEUTAMAAN MENYALIN ILMU AGAMA

▫Al-Imam al-Mundziry rahimahullah berkata :

‏وناسخ العلم النافع له أجرُه وأجـرُ  مَن قـرَأه أو كتبه أو عَمـِل به ما بقىَ خطـُّه.

📝 "Orang yang menyalin ilmu yang bermanfaat (agama) dia mendapatkan pahalanya, pahala siapa saja yang membacanya, atau menulisnya, atau mengamalkannya, selama tulisan tangannya itu masih ada."

📚 At-Targhib wat Tarhib, jilid 1 hlm. 65

🌍 Sumber || https://twitter.com/m___alomari/status/774394569135943684

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia || Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

•┈┈┈┈••••❁📚❁••••┈┈┈┈•
🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
🚀©hannel telegram: https://tlgrm.me/ashhabussunnah
•┈┈┈┈••••❁✒️❁••••┈┈┈┈•

Senin, 14 November 2016

BERDO'A MOHON PERLINDUNGAN DARI KEJELEKAN FITNAH, YANG TAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI. BERDO'A MOHON KESELAMATAN AGAMA dan NEGERI INI

WarisanSalaf.Com:
🏖🛤⛰ BERDO'A MOHON PERLINDUNGAN DARI KEJELEKAN FITNAH, YANG TAMPAK MAUPUN YANG TERSEMBUNYI.
BERDO'A MOHON KESELAMATAN AGAMA dan NEGERI INI

عن عن زيد بن ثابت رضي الله عنه –ضمن حديث طويل-أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
«تعوذوا بالله من الفتن، ما ظهر منها وما بطن»
قالوا: «نعوذ بالله من الفتن ما ظهر منها وما بطن».

رواه مسلم في صحيحه ٢٨٦٧

Dari Zaid bin Tsabit — radhiyallahu 'anhu — dalam sebuah hadits yang panjang, bahwa Nabi - shallallahu 'alaihi wa sallam - bersabda :
« Berlindunglah kepada Allah dari berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tersembunyi. »

Para shahabat pun berdo'a : « Kami berlindung kepada Allah dari berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tersembunyi. »

🛍 HR. Muslim 2869

⛱➡️ Mengingatkan Ahlus Sunnah Salafiyyin, untuk banyak-banyak berdo'a demi keselamatan agama dan negeri ini dari fitnah dan petaka. Terutama pada hari-hari yang berat ini.

 وقال صلى الله عليه وسلم:
«إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلاتِهِمْ وَإِخْلاصِهِمْ»
(رواه النسائي، وصححه الألباني).

🌧🌨 Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
"Hanyalah Allah akan menolong umat ini dengan orang-orang lemah di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka."
📚 HR. an-Nasa'i, dishahihkan oleh al-Albani

•••••••••••••••••••••
@manhajulanbiya

Minggu, 13 November 2016

DOSA MENGHALANGI KETAATAN

💥❌⛔🔥 DOSA MENGHALANGI KETAATAN
✍🏻 Asy-Syaikh Fawwaz bin Ali al-Madkhaly hafizhahullah berkata:

‏إذا وجدت يدك تتثاقل عن الإمساك بالمصحف ولسانك عن الذكر، فثق أن القلب قد أثقل بذنوب ثقلت معه بقية الجوارح!!

"Jika engkau mendapati tanganmu terasa berat untuk memegang mushaf al-Qur'an dan lisanmu terasa berat untuk berdzikir, maka percayalah bahwa hati telah dibebani oleh dosa-dosa sehingga anggota badan yang lain merasa keberatan."

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/797188540723499009?s=08

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Jumat, 11 November 2016

BERTEMANLAH DENGAN AHLUL HAQ, DI MASA PENUH FITNAH

✔️🛡 *BERTEMANLAH DENGAN AHLUL HAQ, DI MASA PENUH FITNAH* 🌊

🔸Berkata Fadhilatusy Syaikh al Allamah Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz Rahimahullah :

"أنت في زمن الغربة وقلة العلم وكثرة الجهل وكثرة دعاة البدع والفساد والهلاك.
فاحرص على لزوم الحق وصحبة أهل الحق."

🔥💥"Engkau di masa keterasingan, sedikit ilmu, merebaknya kebodohan, banyaknya da'i-da'i yang menyeru kepada kebid'ahan, kerusakan dan kebinasaan.

💐✔️Maka bersemangatlah untuk berpegang (menetapi) al haq dan berteman dengan ahlul haq."

=======
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga

↗JOIN dengan kami di chanel:
http://tlgrm.me/ForumSalafyPurbalingga

Kamis, 10 November 2016

MENDO'AKAN KEBAIKAN UNTUK PEMERINTAH ADALAH CIRI-CIRI AHLUS SUNNAH

Tukpencarialhaq:
✅ 🌅📋 MENDO'AKAN KEBAIKAN UNTUK PEMERINTAH ADALAH CIRI-CIRI AHLUS SUNNAH

✅ Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata,

🍇🍋 "Sungguh aku benar-benar mendo'akan untuk pemerintah agar diberikan ketepatan melangkah dan taufiq, (aku berdo'a) malam dan siang. Aku memandang bahwa ini sebagai kewajiban atasku untuk pemerintah."

📙as-Sunnah, al-Khallaal 1/83

‏قال الإمام أحمد بن حنبل رحمه الله:
"إني لأدعو  لولي الأمر  بالتسديد والتوفيق  في الليل والنهار  وأرى له ذلك واجبا علي".

السنة،للخلال(٨٣/١).

✅ Al-Imam al-Barbahari rahimahullah berkata,

💥 “Apabila engkau melihat ada orang mendoakan kejelekan terhadap penguasa, maka ketahuilah bahwa dia seorang PENGEKOR HAWA NAFSU.

🍇 Apabila engkau melihat ada orang yang mendoakan kebaikan untuk penguasa, maka ketahuilah dia seorang PENGUSUNG SUNNAH, in sya Allah.”

📚 Syarhus Sunnah, 136

قال البربهاري :
وإذا رأيت الرجل يدعو على السلطان؛ فاعلم أنه صاحب هوى. وإذا رأيت الرجل يدعو للسلطان بالصلاح فاعلم أنه صاحب سنة، إن شاء الله

📚 شرح السنة ١٣٦

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~

🔆👣🔆👣🔆👣🔆👣🔆
⚔🛡Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
📇 Klik ➡JOIN⬅ Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
🌎 http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com

Senin, 07 November 2016

UMAT INI TIDAK AKAN MENJADI BAIK KECUALI DENGAN APA YANG MEMBUAT BAIK GENERASI AWAL UMAT

Manhajul Anbiya:
🌅🛤⛱ UMAT INI TIDAK AKAN MENJADI BAIK KECUALI DENGAN APA YANG MEMBUAT BAIK GENERASI AWAL UMAT

🔅 asy-Syaikh al-'Allamah al-Mujahid Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah,

🔑"Wahai umat Islam, mana Tauhid yang benar, mana aqidah yang benar? Di manakah manhaj yang benar? Perkara-perkara inilah yang akan mempersatukan kaum muslimin.

🌏 Kaum muslimin seluruhnya wajib berada di atas satu aqidah, di atas satu manhaj. Itu tidak akan terpenuhi kecuali di dalam Kitabullah (al-Qur'an) dan dalam Sunnah Rasulullah - shallallahu 'alaihi wa sallam - serta jalan yang para Salafush Shalih berada di atasnya.
🛤 Mereka (Salafush Shalih) beriman kepada Allah - 'Azza wa Jalla - , kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan segala pembahasan iman dan islam. Mereka menerapkannya dalam kehidupannya, baik aqidah, ibadah, amal, suluk, jihad,..dst dalam segala aspek kehidupannya.
☄ TIDAK AKAN BAIK KONDISI GENERASI AKHIR UMAT INI KECUALI DENGAN APA YANG MEMBUAT BAIK GENERASI AWALNYA.

📛 Meskipun mereka mencari cara perbaikan dari mana-mana (maka tidak akan berhasil, pen). Perbaikan sekarang dengan cara demokrasi. Sekarang jalan penyelesaiannyan menurut mereka adalah demokrasi. Perbaikan oleh para reformis, persatuan Rafidhah, Bathiniyyah, Sekuleris, Yahudi dan Nashrani ...dst perbaikan versi ini,  mereka inginkan ini dan mereka sepakati. Tidak mau selain yang mereka serukan ini. Maka itu merupakan cara perbaikan yang datang dari Eropa dan Amerika!"

🔅 قال الشيخ العلامة المجاهد ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله :

يا أمة الإسلام أين التوحيد الصحيح ؟ أين العقائد الصحيحة ؟ أين المنهج الصحيح ؟ الأمور التي تجمع المسلمين ، المسلمون جميعا يجب أن يكونوا على عقيدة واحدة وعلى منهج واحد ولا يتوفر ذلك إلا في كتاب الله وفي سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ،وفيما كان عليه سلفنا الصالح الذين آمنوا بالله عزّوجل وبكتابه ورسله وبكل قضايا الإيمان والإسلام وطبقوها في حياتهم عقائد وعبادات وأعمال وسلوك وجهاد الخ ، شؤون الحياة ، لا يصلح آخر هذه الأمة إلا بما صلح به أولها ، مهما نشدوا الإصلاح والإصلاح من هنا ومن هناك ، الإصلاح الآن ديموقراطية ، الآن العلاج عندهم الديموقراطية الإصلاح والإصلاحيون واجتماع الروافض والباطنية والعلمانيون والكتابيون...الخ على هذا الإصلاح يبغون هذا ومتفقين عليه ، ولا يريدون غير هذا الذي يدعون إليه هذا هو الإصلاح الذي يأتي من أوربا وأمريكا .


🌏 http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=153777

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 

Minggu, 06 November 2016

BANYAK ORANG YANG MENYESAL KARENA UCAPANNYA

Salafy Indonesia:
💥❌⛔🔥 BANYAK ORANG YANG MENYESAL KARENA UCAPANNYA

✍🏻 Asy-Syaikh Ahmad bin Mubarak bin Qadzlan al-Mazru'iy hafizhahullah berkata:

‏هناك كلمات ستندم على قولها يوما ما، وستقف بين يدي الله تحاسب عليها، فبادر بالتوبة قبل فوات الوقت.

"Di sana ada kata-kata yang engkau suatu hari nanti akan menyesal karena telah mengucapkannya, dan engkau akan berdiri di hadapan Allah untuk mempertanggung jawabkannya. Maka, segeralah bertaubat sebelum kesempatan itu lenyap."

🌍 Sumber || https://twitter.com/aboalmubarak/status/795377524406710272

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Selasa, 01 November 2016

DEMONSTRASI ADALAH TERMASUK PERKARA BID’AH

Salafy Solo:
📮Https://tlgrm.me/salafysolo
┄┄┉┉✽̶»̶̥▪»̶̥✽̶┉┉┄┄

📢🔊⚫ DEMONTRASI ADALAH TERMASUK PERKARA BID’AH

📜 Menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada yang mulia Al-Allaamah Zaid bin Muhammad Al-Madkhali rahimahullah tentang masalah demonstrasi yang terjadi di negeri-negeri islam, dan anggapan bolehnya demo oleh sebagian orang, khususnya jika demonya itu damai tanpa membawa senjata. Maka beliau rahimahullah berkata :

✔⚠ ”Demonstrasi termasuk perkara yang baru dalam agama, dan setiap perkara yang baru dalam agama itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan itu di neraka. Yang demikian itu karena syariat Allah itu telah sempurna, kitab dan sunnah. Dan kita tidak mengetahui sedikitpun dari dalil al-kitab dan as-sunnah yang membolehkan sekelompok manusia untuk berkumpul lalu melakukan demontrasi yang terdapat di dalamnya pengacauan terhadap manusia menghabiskan waktu dan lebih parah dari itu adalah ditinggalkan shalat-shalat, terjadi di dalamnya pembunuhan. Maka seandainya dalam satu demo terbunuh satu orang muslim, yang menanggung dosanya adalah orang yang mengajak melakukan demo-demo tersebut. Sama saja, apakah seorang pribadi, sekelompok masyarakat ataupun komunitas. Dan dalam sebuah hadits yang shahih disebutkan:

”Sungguh hilangnya dunia ini lebih ringan di sisi Allah daripada pembunuhan terhadap seorang muslim." (HR. Sunan An-Nasaa’i, bab Ta’zhiimu Ad-dami 7-82 dan At-Tirmidzi dalam bab Maa jaa’a ‘an Tasydiid qatlil mukmin, 4-16)

┄┄┉┉✽̶»̶̥▪»̶̥✽̶┉┉┄┄

ردا على سؤال وجه لفضيلة العلامة الشيخ زيد بن محمد المدخلي رحمه الله تعالى بشأن المظاهرات الحاصلة في البلاد الإسلامية ، وجواز البعض لها خصوصا إذا كانت سلمية ودون حمل السلاح. فقال رحمه الله :

المظاهرات من الأمور المحدثة، وكل أمر محدث فهو بدعة، وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار، ذلك أن شرع الله كامل-كتاب وسنة-، ولم نعرف في شيء من أدلة الكتاب والسنة تبيح لثلة من الناس أن يجتمعوا ويقوموا بالمظاهرات التي فيها التشويش على الناس وقتل الأوقات. وأكبر من ذلك: تترك فيها الصلوات، ويحصل فيها القتل، فلو قتل في المظاهرة الواحدة مسلم يتحمل إثمه من دعا إلى القيام بالمظاهرات، سواء فرد أو مجتمعين أو مشتركين، وفي الأثر الصحيح:

(لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ) (سنن النسائي/ باب: تعظيم الدم/ 7-82، سنن الترمذي/ باب: ما جاء في تشديد قتل المؤمن/ 4-16 ).


📋 SELENGKAPNYA : ⤵

💻 http://forumsalafy.net/demontrasi-adalah-termasuk-perkara-bidah/
💻 Sumber: http://www.sahab.net/home/?p=1397

•┈┈┈┈••••❁🌠❁••••┈┈┈┈•
🎯 Majmu'ah Ashhaabus Sunnah
🚀©hannel telegram: https://tlgrm.me/ashhabussunnah
•┈┈┈┈••••❁🌠❁••••┈┈┈┈•
📮Https://tlgrm.me/salafysolo
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸🔹